PENYIKAPAN ISLAM TERHADAP MUBADZIR DAN ISROF DALAM KONSUMSI STUDI TENTANG ETIKA PENGGUNAAN SUMBER DAYA ALAM
MUBADZIR DAN ISROF DALAM KONSUMSI
Keywords:
Ekonomi Islam, Mubadzir, Isrof, Etika Penggunaan Sumber Daya AlamAbstract
PENYIKAPAN ISLAM TERHADAP MUBADZIR DAN ISROF DALAM KONSUMSI
STUDI TENTANG ETIKA PENGGUNAAN SUMBER DAYA ALAM
Oleh:
Ahmad Agus Fauzi
Pascasarjana Institut Agama Islam Negeri Metro
ABSTRAK
Konsep mubadzir dan isrof dalam Islam berkaitan dengan pemborosan dan konsumsi berlebihan yang bertentangan dengan prinsip moderasi yang diajarkan dalam ajaran agama. Mubadzir, yang berasal dari kata "badhara," berarti menghamburkan atau menyia-nyiakan sumber daya tanpa manfaat yang jelas, sedangkan isrof merujuk pada tindakan berlebihan meski tidak sampai pada pemborosan mutlak. Islam mengajarkan pentingnya keseimbangan dalam segala aspek kehidupan, termasuk dalam konsumsi, dengan prinsip moderasi (i'tidal) yang menghindari pemborosan dan mendorong penggunaan sumber daya secara bijaksana. Tindakan mubadzir dan isrof dapat menyebabkan dampak negatif pada tingkat ekonomi, sosial, dan lingkungan. Pemborosan ekonomi dapat memperburuk ketimpangan sosial, sedangkan dampak lingkungan dari konsumsi berlebihan dapat merusak bumi, yang merupakan amanah yang harus dijaga. Solusi Islam untuk mengatasi mubadzir dan isrof meliputi peningkatan kesadaran melalui pendidikan, penerapan prinsip moderasi dalam kehidupan sehari-hari, dan penguatan kebijakan publik berbasis keberlanjutan. Dengan demikian, ajaran Islam mengarahkan umat untuk mengelola sumber daya alam secara efisien dan bertanggung jawab, demi tercapainya kesejahteraan pribadi, sosial, dan lingkungan.
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2024 PENYIKAPAN ISLAM TERHADAP MUBADZIR DAN ISROF DALAM KONSUMSI STUDI TENTANG ETIKA PENGGUNAAN SUMBER DAYA ALAM

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.
